Berita

Strategi Penanggulangan DBD di Kabupaten Bantul

Kamis Pahing, 16 Februari 2017 10:23 WIB 2271

foto
Salah satu peserta FGD sedang menyampaikan tanggapan pada acara FGD Strategi Penanggulangan DBD

Pada Kamis (03-Feb-2017) bertempat di RM Parangtritis, Gabusan Jalan Parangtritis KM 9, dilaksanakan Pertemuan Focus Group Discussions terkait “Strategi Penanggulangan DBD di Kabupaten Bantul”. Diskusi ini dilakukan dengan agenda untuk kondisi DBD yang terjadi di Kabupaten Bantul dan sekaligus untuk mendapatkan masukan tentang strategi efektif penanggulangannya. Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan beberapa OPD di Pemerintah Kabupaten Bantul, Kantor Kemenag, unsur perguruan tinggi, unsur rumah sakit, puskesmas, UPT PPD, camat, dan lurah.

Pada pertemuan tersebut disampaikan materi tentang Kebijakan Pembangunan Bidang Kesehatan termasuk di dalamnya tentang kondisi terkini DBD di Kabupaten. Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya Bappeda Bantul Mujahid Amrudin, SIP. Pemateri kedua menyampaikan tentang stategi penanganan DBD oleh dr. Doni Priyambodo, Sp. PD dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Bappeda menjelaskan bahwa kondisi saat ini kasus DBD  cukup tinggi yakni angka kesakitan mencapai 263,97/100.000 penduduk. Namun jika dilihat dari ssegi pelayanan kesehatan sudah membaik ditandai dengan rendahnya angka kematian 0,16% atau setara 4 orang meninggal dunia.

Di dalam pertemuan tersebut juga membahas terkait beberapa langkah yang telah dilakukan baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Dikpora, Camat, UPT PPD, maupun pihak lainnya. Kondisi tersebut menandakan sudah ada intervensi yang dilakukan oleh lintas sektor. dr. Doni Priyambodo menyebutkan bahwa kasus DBD sebaiknya dapat dipandang secara utuh yakni tindakan paling efektif melalui proses keaktifan masyarakat, desa, sampai pemerintah kabupaten dalam menjaga lingkungan tinggal. Tindakan strategis yang sebaiknya dilakukan dapat menjamin mengurangi daerah potensial melalui tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang diagendakan secara komprehensif dan lintas sektor.

Di akhir acara terdapat beberapa rencana pertemuan teknis yang nantinya akan diagendakan melalui pertemuan khusus untuk membahas perumusan tindakan pencegahan DBD di Kabupaten Bantul. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran teknis sebagai upaya penanganan DBD dari berbagai kasus yang muncul. (redmy)