Nembe diunggahke.
Tenggo sekedap.

Menu

Ruang Baca

HomeRuang BacaKeyakinan : Energi Maha Dahsyat
HomeRuang BacaKeyakinan : Energi Maha Dahsyat

Keyakinan : Energi Maha Dahsyat

Print Email
(0 votes)
-->

Kunci memahami kehidupan dalam dimensi waktu dan ruang adalah memahami bahwa semua ini (realitas kekinian) berasal dari dunia magis dalam diri kita sendiri yang kita ciptakan melalui keyakinan kita. Artinya...... ? Bila seseorang belum mendapat kehidupan idaman, hal tersebut hanya berarti bahwa telah terjadi ketidakselarasan antara harapan,  niat baik dengan keyakinan yang dimiliki.

Contoh: bila seseorang berniat mendapatkan kemudahan menemukan materi yang menunjang kehidupan, namun keyakinannya mengatakan “Ah.... mana mungkin aku bisa, karena aku pangkatnya rendah, bukan pejabat, pendidikan formal rendah, dll”.

Rahasia untuk hidup seperti yang diidamkan adalah mengetahui/menyadari/memahami bahwa lebih banyak terjadi peristiwa yang menguntungkan kita dibandingkan dengan yang dapat diketahui oleh pancaindra, dan cara mengetahuinya adalah lewat keyakinan. Inilah ujian tersulit kita; mengetahui bahwa kita adalah makhluk spiritual, meski tidak ada bukti fisik.

JIKA sulit adalah fungsi kurangnya ilmu, maka ilmu apa yang harus dipelajari? Agar diperoleh keyakinan?.
JAWAB : Ilmu dipelajari agar kita paham, jadi intinya ada pada dimilikinya pemahaman yang terus dipegang cukup lama hingga berubah menjadi keyakinan. Jika semua orang telah memiliki keyakinan yang menciptakan realitas kekinian, maka apabila realitas belum sesuai dengan harapan, maka keyakinan lamanya adalah keyakinan yang membatasi dan perlu diganti dengan keyakinan baru yang memberdayakan. Jadi ilmu yang dipelajari adalah ilmu tentang cara terbentuknya keyakinan serta bagaimana mengubah keyakinan yang membatasi menjadi keyakinan yang memberdayakan yaitu keyakinan yang selaras dengan harapan atau niat baiknya.

Lebih jauh cara mendapatkan keyakinan baru yang dibutuhkan adalah dengan pemahaman/memahami seutuhnya tentang kerja alam semesta, karena dengan itu keyakinan lama yang membatasi akan runtuh.

« Mengapa Kita Punya Problem ? Emangnya Gue Pikirin »

about author

 

 

post a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.