Nembe diunggahke.
Tenggo sekedap.

Menu

Berita Seputar Bappeda

HomeBeritaBappeda Bantul Gelar Bimtek Input Indikator IGA 2026, Perkuat Data Inovasi Daerah
HomeBeritaBappeda Bantul Gelar Bimtek Input Indikator IGA 2026, Perkuat Data Inovasi Daerah

Bappeda Bantul Gelar Bimtek Input Indikator IGA 2026, Perkuat Data Inovasi Daerah

Bappeda Bantul Gelar Bimtek Input Indikator IGA 2026, Perkuat Data Inovasi Daerah

Bappeda Kabupaten Bantul Kabupaten Bantul menggelar Bimbingan Teknis Pengentrian/Input Data Indikator Innovative Government Award (IGA) 2026 pada hari Selasa, 28 Juli 2026 bertempat di Mandala Saba Madya, Gedung Induk Lantai 3 Kompleks Parasamya, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OPD, Kapanewon, dan Puskesmas se-Kabupaten Bantul. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman teknis dalam penginputan data indikator inovasi daerah, agar pelaporan IGA 2026 berjalan akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan.

Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Riset, Inovasi Daerah, dan Statistik Bapperida DIY, Andreas Bayu Nugroho, S.T., M.P.A. Dalam paparannya, Andreas menyampaikan ketentuan terbaru pelaporan inovasi daerah pada Indeks Inovasi Daerah tahun 2026. "Poin penting tahun ini adalah adanya perubahan dan penyempurnaan indikator pada Satuan Pemerintah Daerah (SPD) dan Satuan Inovasi Daerah (SID). Salah satu poin penting yang disoroti adalah syarat minimal pelaporan inovasi urusan wajib pelayanan dasar tahun 2026. "Setiap OPD yang membidangi urusan wajib pelayanan dasar wajib melaporkan minimal 1 (satu) inovasi. Ini menjadi syarat mutlak agar tidak mengurangi skor penilaian IGA," jelas Andreas. Selain itu, Andreas juga mengingatkan pentingnya pengisian rancang bangun inovasi yang benar dan lengkap. Menurutnya, banyak inovasi yang gugur karena rancang bangun tidak sesuai sistematika. "Dengan memahami ketentuan ini sejak awal, kita berharap tidak ada inovasi dari Kabupaten Bantul yang tertolak saat proses verifikasi Kemendagri," tambahnya.

Narasumber kedua Kepala Bidang Riset Inovasi Daerah dan Pengendalian Bappeda Bantul, Liana Indiaty, S.T. menyampaikan materi teknis penginputan data pada aplikasi IGA 2026. Pada kesempatan tersebut, beliau memaparkan secara detail. Beliau memaparkan secara rinci terkait bukti dukung yang harus diupload untuk setiap indikator, serta menjelaskan bahwa setiap parameter memiliki bobot nilai masing-masing. "Harapannya dengan memahami bobot ini, kita bisa memaksimalkan pengisian data sehingga skor kematangan inovasi masing-masing OPD dapat meningkat dan mendongkrak nilai IGA Kabupaten Bantul,

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah peserta dari OPD, Puskesmas maupun Kapanewon mengajukan pertanyaan terkait perubahan indikator, kriteria bukti dukung, kriteria bukti dukung, hingga tenggang waktu penginputan. Dengan dilaksanakannya bimtek ini, diharapkan semua berperan aktif dan dapat mengoptimalkan penginputan indeikator IGA agar nilai kematangan dapat maksimal.

Yuk OPD, Kapanewon, Puskesmas dan Kalurahan, pastikan data inovasi kita lengkap dan tepat waktu! Karena dari data yang baik, lahir inovasi yang berdampak untuk Bantul Gemilang.